Kamis, April 09, 2009

intervensi dan implementasi kampus


INTERVENSI DAN IMPLEMENTASI KAMPUS STANU KEBUMEN


Sudah selayaknya dan sepantasnya manusia mempunyai nafsu yang merupakan modal dan titipan fitrah dari illahi dalam menapaki irama kehidupan. Serta sekaligus penggerak utama dalam menggerakan diri pribadi manusia itu sendiri ke arah yang lebih baik.

Sebagai contoh adanya gerakan dari hal yang membuat dirinya cemas menuju kearah keamanan, ketertindasan mengarah ke dalam ruang kebebasan ( freedom space ), sakit menuju keinginan untuk sehat. Itulah sebagian kecil dari berbagai ruang lingkup yang sesuai dengan koridor keinginan ke arah yang lebih baik.

Dengan menyadari keterlibatan dari penulis, yang tidak luput dari jeratan nafsu pribadi untuk bergerak ke arah yang lebih baik. Serta dengan mengedepankan nilai luhur dan berbudi untuk membentuk suatu ruang yang mendasari kepribadian demi terbentuknya nilai cultural pada diri pribadi.

Namun, intervensi kadang tidak sesuai dengan implementasi, dengan teoritis struktual menjadi nilai kultural yang kokoh walaupun di terjang badai kehidupan seumur hidup yang merupakan suatu hal pasti terjadi.

Namun, kadangkala kurangnya konsistensi kehidupan dan atau bahkan rapuhnya iman seseorang. Sehingga tidak dapat membedakan baik buruknya ( gelap mata ).

Persimpangan ideologi Dosen dan Mahasiswa

Setelah lama berdialektika dalam ruang kamuflase kampus, kadang sesuatu yang diharapkan tidak kunjung datang, yang tidak di harapkan dengan seketika muncul. Atau bahkan yang belum saatnya sudah datang / muncul. Sehingga tidak lain mungkin adanya suatu bentuk substansial dari otoritas illahi yang di tetapkanya dalam rahasia illahi tanpa kompromi dulu dengan hambanya ( Wallohu a‘lam).

Namun tidak ada salahnya kita merencanakan kehidupan walaupun kenyataanya ALLOH sebagai hakim yang memutuskan / menetapkan masa depan kita. Hanya saja kita di beri kisi-kisi jembatan penghubung untuk merealisasikan suatu rencana dengan do’a dan usaha.

Setelah terjun langsung dalam ruang waktu yang penuh dengan tarikan dorongan dalam bentuk ideologi. seakan-akan belum mencapai keseimbangan ( balance) pemikiran penulis yang bebas aktif dan tidak memihak mana yang benar dan mana yang salah. Sebagai bentuk output dari pemikiran penulis yang saya tuangkan dengan secara tersurat, bahwa kampus yang notaben basicnya islam mempunyai 2 garis besar haluan kampus (GBHK) yang mungkin belum sahabat ketahui, sadari atau bahkan keberadaanya tidak ada respon balik dari mahasiswa itu sendiri.

Mungkin sekilas tidak paham namun bisa dirasakan. Apa harapan dosen seakan kadang kala bersimpangan dengan kenyataan di lapangan yang mungkin perlu di garis bawahi tidak sesuai dengan mahasiswa atau bahkan sebaliknya. Sehingga dalam problem ini menimbulkan kesenjangan pola pikir yang dapat dikatakan kurangnya keselarasan pemahaman, interprestasi dan intervensi yang siap di implementasikan. Walaupun ada jembatan yang menghubungkan 2 sendi intelek kampus, namun di sayangkan peranya hanya formalitas saja dan sangat minim tindakan atau gerakan.sebagai bentuk partisipasi atas kemajuan kampus dengan menyalurkan keluhan dari mahasiswa.

Sebagai bentuk penyetaraan arus pemikiran supaya adanya realitas yang ada maka perlunya transparasi guna untuk menepis nilai-nilai sentiment golongan pada diri personal dosen maupun mahasiswa.

Sehingga dengan adanya transparasi bersama, dapat sebagai modal awal untuk melahirkan kemajuan bersama yang dapat meluluh lantahkan asumsi STAINU melalui kacamata masyarakat.

Hendri unduh N ( PAI / Smt. 2 / Reg.B / Pagi )

Flowchart: Alternate Process: Let’s share or discuss with me. Send your comment to  Email / face book / friendster / friendorama	:www.h3n8ry_kbm@yahoo.co.id My blog	: www.nurfarikhah.blogspot.com

0 comment:

Posting Komentar