Kamis, Mei 21, 2009

Saatnya kita jual stainu Kebumen



selayang pandang, telah kita mafhumi dan ketahui.Bahwa kampus stainu merupakan satu-satunya kampus berbasis islam di kebupaten kebumen yang sudah lama eksis berdiri menemani dan mengiringi kemajuan kota kebumen sejak tahun 1975*.Dan juga merupakan kampus paling sepuh di kabupaten kebumen.
Tapi lamanya berdiri bukan berarti sebagai jaminan atas terpenuhinya segala kualitas yang ada dan di butuhkan oleh mahasiswa demi menunjang pemikiran - pemikiran para intelektual muda yang brillian dengan islam sebagai landasan berpijak. Namun, kita mafhumi juga bahwa semuanya perlu proses untuk mengadakan suatu perubahan selangkah untuk maju kedepan.( step by step).Sehingga mengingatkan penulis akan statement change is never ending proces untuk memahami realita yang ada dan budaya yang ada di kampus stainu kebumen.

Namun, apa jadinya kalo kita cuma pasrah ( jawi : nderek mawon, nrimo / mirsani ) secara kebablasan.Seakan -akan pemikiran kita telah terkonseptualisasi oleh pemikiran -pemikiran yang bersifat fatalis, yang mungkin sudah di ketahui bahwa pemikiran ini salah satu ideology dari pemikiran aliran jabariyah.apa kata dunia tentang islam?

Tidak lepas dari ideology NU sebagai warga nahdliyin kita menggunakan ideology-ideology pendekatan dalil-dalil Naqli ( fundamentalis) maupun Aqli( rasional dan fleksibilitas).Dari sinilah konsep awal munculnya ideology penulis.Bagaimana caranya menjual STAINU Kebumen?

Kembali ke problematika, dengan semakin dekatnya tahun ajaran baru.Yang merupakan bulan yang penuh dengan penjualan-penjualan almamater demi menarik simpati bagi mereka yang ingin melanjutkan study.Bahkan tidak segan-segan menampilkan bagian image dari suatu produk yang telah kadaluarsa (jawi:lawas) untuk menarik konsumen.Seakan-akan hanya
manis di awal,pahit di akhir / dalam
enak di mata,tapi nggak semanis di lidah
pandangan pertama menggoda selanjutnya terserah anda.
So, mari dari sinilah kita berfikir kedepan bagaimana caranya predator di dekati mangsa, bukan predatorr yang mendekati mangsa.Maka, dari sinilah kita bersama-sama di tuntut untuk selalu mereflkesi diri dan membenahi kualitas kampus akan kekurangan-kekuranganya.demi terjualnya Kampus kita di pasaran.Demi mewujudkan kampus yang di idam-idamkan dengan motto act local think global dalam arti lain (tawadhu', rendah hati).bukan sebaliknya act global think local dalam arti lain ( kepicikan ).
Mulai darimana????????????????????? dari kita sendiri dengan menguatkan ideoloy-ideology kemajuan KAMPUS STAINU KEBUMEN.

*Di adopsi dari sejarah berdirinya STAINU Kebumen www.stainukebumen.wordpress.com

0 comment:

Posting Komentar