Minggu, Juli 19, 2009

PERJUANGAN


Pernahkah anda mendengar kata perjuangan? Saya yakin mayoritas penduduk Indonesia mengerti tapi belum tentu mengetahui. Karena secara hakekatnya mengerti belum tentu mengetahui tapi mengetahui sudah pasti mengerti. Sedikit bercerita saat waktu saya mendampingi Jambore Pramuka Penggalang di Desa Peniron dipenghujung Bulan Juli. Saya merasa sedikit banyak mengetahui arti dan makna perjuangan walaupun sedikit tapi bermakna bagi diri saya. Kemunculan makna ini mungkin aktivitas waktu itu yang begitu padat dan sungguh menguras tenaga, pikiran dan biaya. Acara di mulai jum’at pagi jam 8 sampai jam 12 siang hari Minggu. Saat hari jum’at pagi jam 8 sampe jam setengah tujuh malam pada hari yang sama selama Jambore Pramuka, saya izin untuk pergi ke tempat kerja. Setiap jam tujuh malam harus sudah tiba di tempat kerja sampai jam tujuh pagi. Tidak hentinya, di hari berikutnya jam delapan pagi harus sudah tiba lagi di peniron untuk mengikuti Jambore Pramuka Penggalang. Aktivitas ini beruntun sampai selesainya acara jembore pada hari minggu siang. Sungguh indah saat itu dalam lamunanku dan renunganku. Dalam benaku mungkin ada sedikit keheranan dan sebuah tanda tanya besar. Secara substansial bukan aktivitas yang saya kagumi. Tapi makna perjuangan yang mungkin telah merasuk dalam relungan tulang–tulangku, karena teringat pesan Imam Ghozali saat mengajarkan ilmu-ilmunya. Begini pesanya:
Imam ghozali : Apa yang lebih berat di dunia ini?
Muridnya : Mayoritas mereka menjawab bumi, langit dll
Imam gozhali : Memang benar apa yang kamu katakan, tapi itu masih kurang tepat. Yang lebih berat adalah mendapatkan dan menjaga amanah.an Imam Ghozali mengacu pada al-qur’an bahwa langit, pohon gunung dll tidak kuasa menerima amanat Illahi karena ketakutanya. Hanya manusia yang sombong dan berani memegang amanah yang berat.
Statment di atas mungkin sebagai motivasi utama dalam memicu saya untuk selalu berjuang sesuai apa yang diharapkan si pemberi amanah, baik di dunia kerja dan Jambore Penggalang. Jadi, tidak ada salahnya jika penulis berstatment:

Dengan amanah kita di anggap mampu. Dengan anggapan itu, kita dapat melatih tanggung jawab. Dengan tanggung jawab kita dituntut untuk jujur dengan kejujuran kita menjadi orang dipercaya. Dan kejujuran itu, sebagai penangkalr korupsi. Jadi, dapat disimpulkan banyak pencuri berdasi tidak amanah. Bukankah seperti itu?

Secara ideal kita tidak salah menyatakan pernyataan di atas, walaupun secara realita bisa di belokan makna diatas. Kenapa tidak?ya begitulah keadaan kontektual negara kita. Semuanya bisa di balik semudah membalikan tangan.Telapak tangan yang putih bisa dibalik menjadi punggung tangan yang lebih galap. Demikian juga kehidupan sekarang putih bisa menjadi gelap atau bahkan sebaliknya gelap menjadi putih. Aneh tapi nyata dan menjadi tidak aneh lagi , karena sudah nyata dan menjadi cultur bangsa.
Kalau kita kaitkan konsep perjuangan dengan Negara Indonesia, kita bisa sedikit mengulas perjuangan para pendiri bangsa (founding father) yang bergulat dalam politik internasional untuk mendapatkan kemerdekaan NKRI sampai mendapatkan pengakuan secara deklaratif dari negara lain. Ini mungkin gampang-gampang sulit. Gampang diucap dan sulit di implementasikan di zaman sekarang, baik dalam dunia perpolitikan, ekonomi dll.
Jadi, dapat dikatakan mereka belum berjuang dan berusaha. Karena dalam konsep sains yang dinamakan usaha itu suatu dimana terjadinya perpindahan dan bukan terjadinya perubahan energi.Contoh Andi mendorong meja.Andi dapat dikatakan berusaha jika terjadinya perpindahan tempat dan bukan perubahan energi semata.Dan apa makna berjuang dimana terjadinya suatu transisi kehidupan kearah lebih baik Contoh Doni belajar keras untuk mencapai sesuatu yang yang diharapkan ( cita-cita).Dengan perjuangan Doni yang konsisten, cita-citanya dapat tercapai.
Mungkin sekilas terlintas dalam benak saudara adanya persamaan makna antara usaha dan berjuang. Hal ini di benarkan secara makro. Tapi secara essensial beda, pada kata ”berusaha” biasanya kurang mengena dalam hati dan hanya membutuhkan sebagian atau sedikit aktivitas penunjang serta bersifat sementara. Dalam ”berjuang”, lebih mengena dalam hati dan biasanya bersifat komprehensif untuk mencapai hakekat tujuan utama baik dukungan moril, materi, pikiran dan bersifat seumur hidup dll. Jadi, kalau kita gunakan kata berjuang dalam kehidupan mungkin lebih mengena di hati dan jika menggunakan kata usaha mungkin sebaliknya ( kurang mengena). Walaupun secara realita penulisan kalimat bisa dipakai yang mana saja. Cuma kurangnya daya sentuh tersendiri.


0 comment:

Posting Komentar