Selasa, September 15, 2009

PERSAHABATAN DAN PENDIDIKAN


PERSAHABATAN DAN PENDIDIKAN


Sebuah cerita yang tanpa mula dan ada akhir ini merupakan bagian dari salah satu sebuah pengalaman personal darimana dan kemana saudara itu datang, berada dan pergi. Kegundahan dan kecemasan hidup sebagai tanda begitu penting arti seorang sahabat dalam manifestasi kehidupan. Hal ini secara keselarasan hidup tidak akan dapat terekpose dalam sebuah kata, perasaan dan pemikiran kecuali setelah mengalami perpaduan dari semua aspek-aspek tersebut yang tersatu padu dalam sebuah pemikiran yang integral dan komprehensif dalam bentuk implementasi yang nyata.


Jika hal ini benar-banar terjadi, secara terasa dan amat berharga dalam hitungan waktu maupun menit dalam merehabikitasi sebuah persahabatan yang telah terukir selama bertahun-tahun begitu mudah putus, hilang, pudar dan bahkan dalam ambang kehancuran yang nyata.

Dari peristiwa tersebut mengingatkan saya dengan kata-kata bijak:

mencari 1 sahabat dalam satu hari begitu sulit di bandingkan mencari 100 musuh.


Saya akui dan saya betulkan secara sepihak, bahwa statement ini begitu terkonsep dan terarah secara jelas dan terukur. Kembali terulang lagi, hanya bagi mereka yang dalam dirinya merasa belum atau tidak mempunyai sahabat. hal ini sebagai senjata yang ampuh dalam mencari dan menggeluti sebuah persahabatan yang mampu menembus relung-relung kegelisahan dan kegundahan hati.

Dalam sebuah penulusuran saya, khususnya bagi anak-anak remaja saat ini. Dapat di buktikan bahwa :

  1. Mereka yang mempunyai daya kreatifitas yang tinggi adalah bagi mereka yang mampu dan bisa menilai persahabatan dengan menerima perbedaan. Oleh karena itu dengan perbedaan yang ada dapat mereka rehabilitasi ulang dalam bentuk perpaduan dari dua budaya yang ada. Dalam istilah lain mengambil budaya yang baik dalam persahabatan serta mengambil yang baik lagi.

    Al-mukhofadu 'ala qodimissholih al-akhdu bil jadid al aslah

  2. Bagi mereka yang mudah dan terbiasa dengan sebuah komunikasi antar sahabat. Dapat di ambil sebuah pemahaman baru, bahwa merekalah mampu menjadi figur publik atau pembicara publik ( public speaker) serta mempunyai daya pengaruh yang tinggi.

  3. Terbukti bahwa bagi mereka yang mempunyai banyak sahabat, di mudahkan dalam segala urusan- urusan pribadi pada diri masing-masing individu. Baik dalam mencari pekerjaan, jodoh dll.

    Dan masih bayak lagi sebuah bukti yang nyata, begitu pentinganya dalam bersahabat yang tidak lain adalah bagian dari sosialisasi kehidupan.

    ACUAN PENDIDIKAN

    Kalo saya mengacu kepada sebuah teori pendidikan dan tri pusat pendidikan. Bahwa salah satu tripusat pendidikan adalah pendididkan di lingkungan, dalam arti lain setiap individu tidak lain di wajibkan dalam bergaul di lingkungan masyarakat, untuk melihat realita dan kondisi yang ada.

    Dalam acuan teori pendidikan lengevald bahwa pendidikan adalah suatu kegiatan sadar yang di lakukan oleh orang dewasa untuk mendewasakan seseorang. Jika kita kaitkan dengan persahabatan yang tidak lain adalah identifikasi dari keidentikan makna sosialisasi. Dari kata sosialisasi maka lahirlah sebuah pendidikan yang secara bebas dan tidak tersistem dalam mendewasakan seseorang.

    Maka dari satu sisi yang sungguh membantu pendidikan seseorang adalah persahabatan dengan seorang dalam kontek background dalam kemasyarakatan dan keberagaman etnis, maka secara tidak langsung kontektualitas dari pendidikan dapat kita raih, dan praktekan dalam realita kehidupan masyarakat indonesia untuk membangun masyarakat. Yang tidak lain adalah bagian dari tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian.

0 comment:

Posting Komentar