Minggu, November 01, 2009

REFLEKSI MAPABA KOMSAT JOKSANG


Berakhir sudah mapaba Komsat Joko Sangkrip Cabang Kebumen yang baru saja di laksanakan di Tirtomoyo, dengan berakhirnya acara tersebut berarti sudah sepantasnya dan sepatutnya secara procedural kelegalan sahabat/i baru, resmi menjadi bagian dari batang tubuh PMII khususnya Cabang Kebumen Komsat Joko Sangkrip. Namun, berakhirnya mapaba bukan berarti lepas sudah segalanya, tapi dari situlah titik awal beban tanggung jawab moral / moril maupun materil mulai di pertanyakan kesanggupanya dalam merealisasikan janjinya sebagai bagian batang tubuh PMII yang tidak lain adalah sebagai bagian agen perubahan (agent of change) atas dinamika ototoritas suatu instansi -innstansi yang tidak berpihak kepada rakyat (baca : tidak adil) baik instansi pemerintahan maupun instansi tempat kita menuntut ilmu / kampus.

Di lain sisi, jika di soroti dari subyektfitasnya. Telah kita sadari bersama, disamping tanggung jawab sosial dalam ikatan PMII. Tentu kita sebagai bagian dari intelektual muda ( baca :Mahasiswa ) tidak lepas dari pijakan kode etik dalam berdialektika, di dalam otonomi kampus. Baik secara terikat seperti kehadiran perkuliahan (baca : absensi) maupun ketidakterikatan seperti tugas-tugas mata kuliah (baca : makalah). So, keduanya tidak lain adalah bagian dari tanggung jawab bagi seorang mahasiswa.yang perlu di implementasikan bersama walaupun ketidak terikatanya kadang terealisasikan dalam bentuk plagiat semata ( baca : copy-paste ) di internet. Hayo ngaku....???

Problem kader kedepan

Telah kita akui bersama bahwa kader -kader PMII Cab kebumen boleh dikatakan bisa sedikit meringis (baca : Tersenyum) dengan masukanya kader-kadear baru dalam kuantitas yang sedikit membanggakan. Namun, kita harus berani melihat realita, apalah daya jika kuantitas dan kelegalan suatu keanggotaan tidak di iringi daya kapasitas dari kualitas intelektual. Mungkin atau bahkan tidak mungkin lagi (baca : pasti) kader-kader baru akan menjadi beban moril PMII secara kuantitas. Problem ini bukan merubah suatu ketidakadilan yang sedang marak dalam sloganitas agent of change yang seiring kita gembor-gemborkan. Namun secara otomatis berubah secara seketika menjadi agent of resisten yang selalu menekan pola pikir kita untuk selalu membenahi kita selalu berpikir inklusif-capability. So, perubahan itu sendiri tentunya sangat menyakitkan dan menyedihkan sebagai simbol keburaman PMII itu sendiri khususnya di kote Kebumen dalam text pemikiran idealis.

So, jangan berbangga dulu dengan menonjolnya kuantitas kader baru apalagi mayoritas perempuan yang secara adat / budaya continuitas pergerakanya sangat pendek di bandngkan laki-laki.. Bukankah begitu sobat?

Cara mengatasinya

Belajar dari pengalaman, paradigma di diatas bisa kita jadikan pijakan utama kemana kita akan melangkah dan mau dikemankan organisasi ini. Apakah akan menjadi kader struktual belaka dengan baju identitas yang bersimbolkan organisasi nasional ( baca : PMII ) tanpa diiringi daya kapasitas dari kualitas intelektualitas atau sebaliknya. ( waktu yang bisa menjawab ). Wallohu a’lam.

So, sebelum melangkah jauh. Mungkin kita perlu merefleksikan kembali serpihan-serpihan kenangan mapaba. Mengapa? Karena dari situlah awal pijakan kita dalam melangkah kedepan baik dalam menjalankan dinamika korp secara diskusi mingguan. Supaya dapat membudaya di PMII Komisariat Joko Sangkrip. Semoga dari situlah lubang hitam PMII Cabang Kebumen dapat terobati paling tidak mempersempit lubang hitam yang telah menganga lebar. Semoga kader masa depan bukan kader biologis namun manjadi kader visioner dan misioner dalam memerankan sesuatu fungsinya sesuai daya kapasitasnya dan bakat minatnya masing-masing kader.

BUDAYAKAN DISKUSI Wherever and Whenever …………..

5 comment:

Anonim mengatakan...

ok boss....

Hendri Unduh N mengatakan...

Itu masukan yang perlu di klarifikasi lebih lanjut. bukan hanya diskusi tapi perlu mengkritisi kebijakan-kebijakan yang ada.

Anonim mengatakan...

saya setuju bung.tapi kamu juga harus berpartisipasi..........

Hendri Unduh N mengatakan...

saya usahakan bung....saling melengkapi

Hendri Unduh N mengatakan...

for handout alhamdulillah kebusukanku, tak sepicik dirimu...

Posting Komentar