Senin, Maret 29, 2010


[Enter Post Title Here]


Sebatang karang
Sehari yang lalu, diriku masih bisa tersenyum dalam menatap masa depan ketika sebuah kebahagiaan-demi kebahagiaan setiap selalu menghujaniku tanpa halangan untuk merisistensikan segalanya aktivitasku. Aliran senyum nan indah selalu serta merta menghiasi raut wajahku yang penuh dengan kebahagiaan. Tertawa, tersenyum dan terkadang terbahak lebar dengan suara yang khas “ha..ha..ha....ha....” menjadi rutinitasku dalam menapaki kehidupan yang fana ini.
Sungguh indah semuanya, seakan sejatinya tak berdosa, tak terbebani oleh hukum-hukum yang secara tak sengaja mengintaiku dalam kehampaan hidup. Detik, menit, jam semuanya seakan tak berguna bagiku, tak ada artinya bagiku. Kerana setiap hari hanya keindahan-keindahan, sari bunga dan madu yang selalu ku makan dalam aktivitasku.
Namun semuanya sirna, lenyap dan ______pergi tak mungkin kembali, entah kenapa dan ada apa saat itu dunia seakan terhenti seketika, berbalik arah putarnya dari timur ke barat menjadi barat ketimur. Sinar mentari di pagi hari yang biasa ku sapa dengan senyum kemanjaan berubah menjadi senyum begitu pahit sepahit jamu jawa berawarnakan gelap kelam laksana air kopi. Yah begitulah kehidupan, tak lengkap dan tak indah jika ku hanya tersenyum tak nikmat jika ku hanya sedih. Kadang kala ku diatas, kadang kala ku dibawah. Kadang kala DIA menyempitkan jiwa ini dan kadang kala meluaskanya.
Namun, secara teoritis hal ini mampu di ucapkan oleh semua orang, mampu menjadikan buah bibir yang mulus, halus dalam ucapan. Tapi, realita dalam sebuah implementasi diriku tak bisa mengucap dan tak bisa untuk mengatakan secara tegas, lugas dan jelas dengan kata “saya bisa” tapi hal ini bagiku bisa tuk menutup wajah, menangis dalam hati ketika melihat kereta jawa beriringan lagu tauhid meninggalkanku membawa seseorang yang kucinta, kurindu dan tempat surgaku.yaitu ibuku yang pergi jauh meninggalkanku dalam kesendirian.

2 comment:

forumpenuliskebumen mengatakan...

Ditinggal mungkin sebuah kekecewaan, kesedihan, kegundahan dan juga kerinduan. tapi tidak sedikit ditinggal yg dikasihi itu adalah sebuah jalan, menuju pintu gerbang kebahagiaan.Dibalik semuanya belum tentu ditinggal itu menjadi senyap, menjadi sunyi karena semua kita tak pernah sendiri, disana masih banyak diri yang siap menemani.... ....Candiwulan malam ini memang sunyi tapi aku tidak pernah sendiri. Don't worry u're not alone.

www.triplesahabat.blogspot.com mengatakan...

betul Mr syahri...namun kesendirian dalam bentuk yang maujud tiada teman..terasa wah...he...

Posting Komentar