Minggu, September 19, 2010


SUARA RAKYAT KAMPUS
Selama Orde lama, pemberitaan yang erat kaitanya dengan dunia tulis menulis begitu gencar menjadi bagian dari hati nurani rakyat kampus (mahasiswa) dalam menyeimbangkan sebuah kebijakan yang di anggap timpang tindih. Selain adanya suatu kebebasan nilai-nilai demokratis atas ketimpangan teoritik dengan realita juga disebabkan karena posisi Negara Indonesia pada saat itu dengan notabenya Negara yang berkembang. Sehingga dengan perkembangan suatu Negara menjadi suatu control yang dapat dijadikan sebagai ikon utama dalam mengiringi pembangunan suatu bangsa dengan dimotori oleh mahasiswa melalui ketajaman tulisanya baik sebagai oposisi melainkan pro dalam dinamika otoritas kepemerintahan.
Hal ini pada saat itu sangat dirasa dan begitu vital untuk dijadikan suatu nilai-nilai perubahan yang menjadi kental yang dimotori oleh kaum intelektual muda (baca : mahasiswa). Walau saat itu pemerintah memberlakukan NKK / BKK ( normalisasi kegiatan kampus) dalam setiap pergerakanya dibatasi dan diawasi. Sehingga setiap dinamikanya hanya pada sebatas akademis semata yang secara tidak langsung menutup dunia luar (baca : masyarakat). Namun Hal ini tidak menjadi suatu problema dikala adanya pemberlakuan NKK / BKK, karena mahasiswa tetap berjuang dalam ranah advokasi permasalahan rakyat seperti kasus rakyat badega, kedung ombo, Rancamaya dll. Serta puncaknya yang terpecahkan melalui perubahan yang konkret pada tahun 1998 dengan dukungan penuh dari rakyat. Tentunya, keikut sertaan rakyat kampus yang selalu menyuarakan melalui tulisanya yang terkonkretisasi melalui ranah praksis menjadi bukti kegigihanya dalam berkarya dan kekritisanya atas suatu kebijakan.
Namun kegigihan saat ini begitu kian lama kian mengalami dekadensi disetiap perubahan zaman. Walau pemberlakuan NKK / BKK tidak bertahan lama dan sudah di bumi hanguskan, tapi malah justru mulai mereduksinya keaktifan mahasiswa melalui tulisanya sebagai taringnya yang produktif. Akankah kedepan kegigihan dan ketajaman mahasiswa akan tetap terjaga? Hanya kita menunggu dan berusaha mendobrak semangat mahasiswa untuk menyuarakanya melalui tulisan yang tajam dan santun dalam sebuah kritikan.
Hendri Unduh Nurmawan
Mahasiswa Stainu fakultas tarbiyah
Penggiat forum penulis kebumen

0 comment:

Posting Komentar