Selasa, Desember 21, 2010

PENDIDIKAN DAN KEMISKINAN


Berbicara tentang pendidikan, memang secara hakekatnya memiliki peranan nilai aksiologis dalam mengembangkan disetiap peradaban manusia. Nilai-nilai intrinsic dalam meningkatkan pengetahuan, kepribadian serta kreatifitas menjadi bagian tujuan nasional sebagaimana tertuang dalam payung hukum UU no 20 tahun 2003 tidak dapat dipisahkan dengan peran trinitas pendidikan, yaitu informal maupun non formal, tentunya hal ini perlu di sadari dan menjadi sorotan penting bagi semua ornament yang memiliki peran, keterlibatan, maupun otoritas dalam menjangkau tujuan nasional melalui tujuan institusional, kurikuler serta instruksional .
Dalam meningkatkan mutu kualitas, ketrampilan serta keprbadian yang secara komprehensif dalam setiap lini, semuanya sudah memang kita akui kerja keras semua pihak secara trial and error untuk mengetahui batasan seberapa standar kemampuan peserta didik dalam meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya melalui pembebasan financial bagi peserta didik yang memiliki ketidak mampuan dalam financial untuk melanjutkan studi-nya . Secara tidak langsung, ini sebagai jalan kemudahan dalam menyamaratakan konsumenarisme ilmu tanpa melihat suatu golongan antara kaya dan miskin yang dapat memperlebar jurang kemisikinan, jurang sosiologis serta jurang psikologis dalam berinteraksi yang komunikatif-dialogis.

0 comment:

Posting Komentar