Jumat, Januari 14, 2011

LEMBAR REVOLUSI PERADABAN



Bukan hal yang asing lagi bagi semua kalangan, bahwa untuk mengubah dunia tentunya menggunakan sebuah ide kreatifitas dan kemauan disertai kemampuan yang tingggi. Pada hakekatnya peran serta diatas menjadi item utama yang diharapkan saling bersinergi untuk mewujudkanya secara realita sebagai bentuk penyeimbang serta instrument pelengkap guna mewujudkan Rencana pembangunan nasional jangka panjang RPJP dalan jangkauan 20 tahun sebagaimana tercantum dalam UU No 25 Tahun 2004 tentang Sistem perencanaan pembangunan nasional.
Tentunya hal ini bukan suatu kemudahan tanpa usaha yang berarti. Usaha dalam merevolusi segalanya yang tidak lepas dari peran serta para thinker guna merumuskan aspek-aspek futuristic dalam jangka waktu 20 tahun mendatang. Pasalnya, ini bukan hal yanag tabu dalam ranah wacana belaka, malainkan telah mampu ditampilkan oleh para thinker dunia sekaliber aristoteles, Socrates, imam ghozali maupun thinker nasional seperti nurcholis majid, soekarno, serta tan malaka melalui seruanya perlunya kemerdekaan 100 %. Bukanya hasil pemikiranya di saat sekarang mampu kita rasakan dalam bentuk tindakan yang konkret?
Contoh di atas sebagai bukti real konrket dalam meniciptakan, mengkondisikan serta mewujudkan lembar-lembar revolusi menuju kehidupan yang lebih baik. Namun yang menjadi pertanyaan besar dimana tempatnya untuk mewujudkan thinker dunia? Tentunya kita ketahui hanya di kampus, sebagai ruang kebebasan dalam berkreatifitas menuangkan ide-ide yang briliant sebagai bernaungnya para konseptor, serta ruang para revolusioner yang siap mengubah dunia.
Tapi, di zaman sekarang, zaman yang serba instant dalam bentuk apapun telah mengubah paradigma mahasiswa untuk mewujudkan dalam bentuk yang temporally atau incidentally dengan semangat yang fluktuasi. Dengan problem yang ada, seharusnya para cendekiawan muda harus berani menuangkan ide-ide kretifitasnya melalui lembaran-lembaran suci yang dapat di jadikan media saksi peradaban sejarah. Sehingga mampu di dokumnetasikan, dipelajari dan direnungi setiap pemikiranya oleh siapapun dan dimanapun. Sehingga dapat dijadikan lembaran suci revolusi peradaban di masa yang akan datang.

0 comment:

Posting Komentar